Penyebab Gagal Meraih Cita-cita

Manusia memang boleh bercita-cita tinggi, bahkan sangat disarankan untuk bercita-cita. Namun banyak dari kita berdiam diri membiarkan apa yang kita cita-citakan tetap menjadi Impian saja tampa benar-benar berusaha untuk mewujudkannya. Lantas apa yang menyebabkan kita tidak bisa merealisasikan Impian kita ? bukankah kita sudah menginginkannya sejak lama bahkan sudah merencanakan berbagai cara maupun strategi untuk mencapainya dan sudah bekerja keras untuk mengejarnya ?

Setiap orang pasti mempunyai cita-cita dan Impian dalam hidupnya.. seperti : memiliki rumah dan mobil mewah, menjadi orang terkenal, mengunjungi tempat-tempat eksotik di seluruh dunia, menikmati pola hidup yang luar biasa, bebas waktu dan financial dan bisa melakukan apa saja yang ingin kita lakukan bersama keluarga dan orang-orang yang paling kita sayangi dalam hidup kita. Tetapi pertanyaannya : “Kenapa banyak dari kita tidak bisa merealisasikan Impian kita ?”

Masa Lalu

Selalu mengaitkan dengan masa lalu. Disaat kita mempunyai sesuatu yang berarti untuk diwujudkan seringkali kita tidak bisa lepas dari bayangan masa lalu. Kita mengingat kondisi hidup yang susah, segala keterbatasan, semua kegagalan kita sebelumnya dan menemukan semua alasan kenapa kita tidak bisa berhasil, dst…

Cemas dan Takut

Kita menpunyai ketakutan dan kecemasan. Sebelum melakukan sesuatu kita sering kali mempunyai ketakutan dan kecemasan yang berlebihan. Bagaimana kalo saya tidak berhasil ?, apa yang dikatakan orang tentang saya?, mereka akan menertawakan saya? Saya akan tambah frustasi jika saya sudah berusaha dan ternyata tidak mencapainya, dst…

Orang Lain

Membiarkan orang lain mengintimidasi kita. Sering kali kita membiarkan orang lain mengintimidasi kita dengan kata-kata yang menurunkan semangat dan mengacaukan focus kita bahkan mencuri Impian kita. Anda tidak mungkin bisa berhasil, jangan bermimpi , lakukan yang biasa-biasa aja, terlalu besar dan sulit dicapai. Udah terima nasib saja, dst…

Tidak Sampai Tuntas

Tidak bisa melakukan sampai Tuntas. Ini yang paling sering terjadi dalam hidup kita. Memulainya dengan Antusias dan semangat yang mengebu-gebu, tetapi ketika menghadapi kendala cepat menyerah, tidak sanggup menderita dan tidak mau bayar harga sehingga melepaskannya begitu saja.

Malas

Kita mempunyai sifat malas. Salah satu kebiasaan kita dan penyakit lama yaitu suka menunda-nunda pekerjaan dan rencana tindakan yang sudah ditetapkan. Menganggap masih ada banyak waktu untuk mengerjakannya sehingga sering kali tidak pernah memulai ataupun sudah terlambat ketika kita sadar.

Jika kita mau berhasil mewujudkan semua cita-cita dan Impian kita, kita harus segera menghancurkan lima penghalang mental (mental block) kita diatas dan mengantikannya dengan 5 kebiasaan baru yang akan menjadi titik tolak perubahan yang mendorong kita untuk segera merealisasikan Impian kita. Saat ini juga !

Pertama : Focus ke Masa Depan dan Impian Anda. Pikirkan apa yang benar-benar Anda inginkan, susun rencana kerja , gali potensi dan kelebihan Anda, temukan strategi, cara dan segala kemungkinan untuk mewujudkannya

Kedua : Yakin dan Percaya 100% bahwa Anda bisa. Keyakinan adalah modal utama untuk mendapatkan apapun yang Anda inginkan. Segala sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini hanya seringkali belum pernah di coba.

Ketiga : Lakukan saja sesuai dengan keinginan Anda. Ikuti kata hati Anda, tulikan telingga Anda dari orang-orang negatif dan pesimis disekeliling Anda. Ingat : A great pleasure in life is doing what other people say you can’t do it, so Just do It ! Buatlah record dan sejarah baru dalam hidup Anda.

Keempat : Selesaikan apa yang telah Anda mulai. Berani bayar harga dan miliki mental Sang Juara. Ingat : The winner never quit, and quitter never win ! Jangan pernah memalingkan mata Anda sedetikpun dari garis finish.

Kelima : Mulailah sekarang, saat ini juga. Lakukan segera apa yang Anda rencanakan, apa saja. Ingat : Action is Power ! Sebenarnya orang sukses bukanlah orang yang hebat tetapi mereka adalah orang yang selalu take action dan memulai lebih awal sehingga seringkali satu langkah lebih maju dari kita.

Inilah 5 kebiasaan baru yang bisa membantu kita untuk segera meraih semua Impian kita.

Bunuh Diri

Kisah inspirasi ini bercerita tentang seorang pria yang jenuh dengan kehidupan yang penuh ujian dan berniat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ada hikmah yang bisa diambil dari kisah bunuh diri ini. Silakan disimak blogger!

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yg saya lakukan sll berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tdk Guru, saya tdk sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tdk mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.”

“Tdk Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Tolak pria itu

“Jd kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah diminum malam ini, setengah lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya utk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, krn ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dgn senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun tsb. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tdk pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati… terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan utk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yg sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda utk melakukan jln pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu utk dirinya, satu lagi utk istrinya. Krn pagi itu adl pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yg terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dgn setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mrk pun menjadi lembut. Karena itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau slm ini aku sll merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Slm ini ayah selalu stres krn perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup mjd sgt indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dgn setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Tuhan, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Tuhan. Aku takut sekali jika aku hrs meninggalkan dunia ini ”.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Guru yang telah memberi racun kpdnya. Sesampainya dirumah Guru tersebut, pria itu mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Krn ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia mjd hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang Guru berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dpt menjemputmu kpn saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini…

Buat yang merasa hidupnya jenuh, itu bukan hidup yang jenuh, bersyukurlah dan berbuatlah lebih banyak kebaikan pada orang lain, maka hidup akan terasa jauh lebih bersinar.

Bersyukurlah Atas Laptopmu!

Kisah inspirasi tentang rasa syukur ini adalah kisah nyata seorang member kaskus yang bercerita tentang betapa tidak bersyukurnya seseorang yang tidak menghargai pemberian laptop. Padahal penulis saat itu sedang membutuhkan laptop. Silakan dibaca blogger!

Bersyukurlah Atas Laptopmu!

Hari ini saya bekerja di tempat saya bekerja sehari-hari yang selalu berhubungan dengan keramaian, ketika saya tengah beristirahat, saya melihat mobil yang terhitung mewah parkir di dekat saya, dan keluarlah pengemudi dari dalam mobil tersebut, seorang cewek yang seumuran dengan saya nampaknya, cantik dan menawan menurut saya dan dia membawa seorang temannya yang cantik pula.Saya TERPESONA. Ha.ha.ha.ha.

Cewek yang mengendarai mobil tersebut duduk bersama temannya di sebelah kursi yang saya duduki, yang jaraknya hanya terpaut 2 meter dari tempat saya duduk, lalu mulailah mereka mengobrol, saya sebenarnya tidak ada niatan untuk menguping pembicaraan mereka sebenarnya, sampai pada suatu saat cewek yang mengendarai mobil tersebut tampak amat merasa sangat kesal ketika bercerita kepada temannya.
Dia berkata: “ Aku kesal sama Papa ku, udah tau aku maunya cuma Laptop Sony…eeeh dia malah beliin yang merk Acer..gimana sih, aku kan jadi males makenya..emang Papa gak ngerti merk apa gimana sih?”

Temannya menjawab: “ Udahlah yang penting kan kamu udah di beliin, lagian juga sama aja kan?

Dia menjawab: “ Ya nggak bisa gitu dong.. aku kan maunya Cuma yang itu, gak mau yang lain, daripada di beliin yang begituan mendingan gak usah beli sekalian orang gak aku pakai sama sekali..”
Selanjutnya saya tidak tahu lagi apa yang mereka bicarakan..karena saya harus melanjutkan pekerjaan saya….sampai pada saatnya saya pulang ke rumah…..

Sesampainya di rumah…tiba-tiba saya jadi terpikir ucapan cewek tersebut, tentang orang tuanya yang tidak membelikannya barang yang Ia inginkan……Laptop Sony….bukan merk Acer…

Saya sudah lama menginginkan sebuah Laptop seperti yang teman-teman miliki untuk membantu saya agar lebih mudah mengerjakan tugas-tugas mata kuliah saya ketika berada di luar rumah, dan amat susah untuk memilikinya, karena orang tua saya belum mampu untuk membelikannya ataupun saya belum bisa pula mengumpulkan uang untuk membeli barang tersebut…..

Di dalam benak saya..betapa tidak bersyukurnya dia…padahal orang tuanya telah berusaha membelikan apa yang dia inginkan walaupun notabene tidak sesuai dengan keinginannya…, kenapa dia sampai mempermasalahkan merk dari barang tersebut?

Coba dia berpikir…. Banyak orang yang mempunyai keinginan sama seperti dia, termasuk saya, dan itu tidak mudah untuk setiap orang…kenapa ketika orang tuanya dengan mudah memberikan barang yang Ia inginkan malah Ia tidak bersyukur dan cenderung mencibir atas apa yang orang tuanya telah berikan kepadanya.

The question is “why” ?

Sejenak saya merenung…berfikir….

Mungkin orang tua cewek tersebut selalu memberikan apa yang Ia inginkan, namun saat itu orang tuanya tidak bisa memenuhi keinginannya mungkin karena satu sebab yang tidak dia ketahui…

Saya lalu berfikir lagi…betapa enaknya ketika kita meminta sesuatu kepada orang tua selalu di kabulkan bak seorang raja yang tinggal hanya menunjuk saja dan semuanya…BERES……

Ternyata setelah saya fikir lagi….semuanya itu tidak enak…karena apa? Ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan itu hanya akan menimbulkan suatu kufur nikmat atas apa yang Tuhan telah kita berikan kepada kita, seperti contoh yang saya tulis di atas….

Coba kita buka pikiran kita lebar-lebar…..orang tua yang telah membesarkan kita..telah memberikan kita kasih sayang yang tidak mungkin bisa kita balas…walaupun teman-teman semua yang sedang membaca catatan kecil saya ini mempunyai permata sebesar Bulan pun….niscaya tidak akan bisa menggantikan kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kita…Demi Tuhan saya yakin itu…

Kenapa dia tidak berfikir…mungkin saat ini orang tuanya sedang banyak kebutuhan yang harus diutamakan, sehingga orang tuanya hanya memberikan barang yang sama tapi merk berbeda, saya tahu jelas, bahwa perbedaan harga kedua barang tesebut amatlah signifikan…mungkin orang tuanya sedang memikirkan hal yang lain yang tidak ia ketahui…

Lama saya merenung…lalu saya tekadkan dalam hati saya…saya tidak akan menjadi seorang yang kufur nikmat atas apa yang telah Tuhan berikan pada saya…saya akan lebih mempertimbangkan apa-apa yang saya inginkan, saya akan melihat dengan baik situasi dan kondisinya..apakah mungkin atau tidak…

Karena apa??? Masih banyak orang yang membutuhkan daripada kita…daripada apa yang telah kita dapatkan selama ini…masih banyak orang yang hanya bisa menangis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan… banyak pula yang meratap…

Apabila kita masih menjadi seorang yang kufur nikmat..niscaya hanya akan membawa dampak buruk bagi kita.. temasuk kehancuran diri kita sendiri…syukurilah atas apa yang ada di dalam diri kita kawan…dan atas apa yang Tuhan telah berikan kepada kita..janganlah terlalu memaksa diri sendiri..apalagi sampai bersifat riya atau hanya untuk dipandang oleh sesama manusia….”That’s absolutely nonsense” .

Saya lalu menghela nafas panjang setelah memikirkan hal tersebut..benar apa kata orang tua saya…

“Menjadi pribadi yang sederhana dan bersahaja itu lebih sulit daripada kita menjadi seorang yang kaya raya..”

Memang betul…terkadang ketika kita sudah menjadi dan memiliki apa yang kita inginkan..terkadang kita lupa pada diri sendiri…..dan mengorbankan semuanya…

Saya menghitung penghasilan dari pekerjaan saya hari ini dengan bersyukur…dan memang harus seperti itu, sampai pada saatnya Ibu saya membawakan sepiring singkong goreng untuk camilan saya, saya lalu membuat secangkir kopi untuk saya sendiri… lalu saya menengok kearah Komputer saya dan terbesitlah ide untuk menulis catatan kecil saya ini….
Saya amat sangat menginginkan Laptop…..tapi dalam hati saya terlintas pikiran kocak……………………………..
“Tiada Laptop………….Komputer pun jadi……..” Beruntung saya masih mempunyai sebuah Komputer… dan betapa indahnya hari ini..saya bisa membuat catatan saya ini, ditemani secangkir kopi, sepiring singkong goreng yang lezat dan beberapa batang rokok…..haaaaaaaaaahhh indahnya bersyukur……….
So guys…jadi nikmat tuhan yang mana yang kamu ingkari????

(^_^)

Doa saya kali ini “mudah-mudahan kita selalu senantiasa bersyukur atas apa yang Tuhan telah berikan pada kita… dan lindungilah kita semua dari sifat tamak, rakus, de-el-el” (pokoknya mah yang jelek-jelek,,,he,he,)

Kisah Sejarah Stanford University

Kisah Sejarah Stanford University ini sudah pernah diposting berkali-kali di email maupun di situs lain. Namun tak ada salahnya saya mengulang kembali disini. Berikut kisah tentang awal mula pendirian sebuah universitas terkenal di dunia, Stanford University.

Kisah Sejarah Stanford University

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston , dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.

Sesampainya di sana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?”

Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs Leland Standford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

PESAN MORAL

Seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.

Kisah Penjual Bakso Teladan

Kisah nyata tentang penjual bakso ini diceritakan di kaskus. Seorang tukang bakso yang patut diteladani bisa menjadi inspirasi buat blogger. Apa yang istimewa dari penjual bakso ini? Silakan diseruput dan dikomen

Kisah Penjual Bakso Teladan

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor….. terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?

“Mauuuuuuuuu..”, secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya.

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?”

“Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim”.

“Maksudnya…?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :
  1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga
  2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja
  3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji."
Hatiku sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?
Ia menjawab, “Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rezeki. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat..?
Menurut saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok."

“Masya Allah… sebuah jawaban dari seorang tukang bakso”.
Sahabat…..

Cerita perjalanan spiritual ini sangat sederhana dan jadi inspirasi. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amien……..
Dalam hadits Qudsi,
“Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku” (HR. Bukhari Muslim)

Belajar dari Golden Globe & Kualifikasi F1 (Billy Boen)

Judulnya aneh, apa hubungannya note-note yang selama ini saya tulis tentang ‘Sukses’, ‘Leadership’, trus tau-tau nulis tentang penganugerahan film-film terbaik Golden Globe dan babak kualifikasi Formula 1?

Belajar dari Golden Globe & Kualifikasi F1 (Billy Boen)

Ide menulis ini muncul ketika kemarin saya menonton para pelaku film satu-satu naik ke podium menerima penghargaan dalam acara Golden Globe Awards.

Apa yang saya mau sampaikan?

Kita bisa belajar tentang hidup, untuk sukses,...dari para pelaku film dan pembalap F1!

Begini... “The Social Network” terpilih menjadi film terbaik – drama di Golden Globe kemarin. Kategori film terbaik sendiri harus ditunjang oleh film direktur, para pemain, dan seluruh kru. Coba bayangkan, ketika penulisan naskah film, kemudian syuting hari pertama film tersebut... apakah tujuan utamanya adalah untuk memenangkan Golden Globe?

Saya rasa mungkin memenangkan penghargaan film hanya merupakan salah satunya, atau mungkin juga itu yang menjadi motivasi utamanya; saya tidak tahu pasti. Tapi yang saya mau tekankan di sini adalah ketika masa persiapan dan syuting dimulai, yang mereka lakukan tidak lain adalah untuk menjadi se-profesional mungkin. Mereka bekerja semaksimal mungkin tanpa membandingkan performance mereka dengan aktor-aktor lain yang main film lain. Mereka fokus ke diri mereka sendiri. Mereka berusaha melakukan yang terbaik yang mereka mampu. They’re doing their best!
Kualifikasi F1 juga sama. Untuk yang tidak mengerti F1, saya jelaskan singkat di sini. Sebelum perlombaan mulai, masing-masing pembalap harus ngebut di lintasan tersebut dan berusaha membukukan waktu tercepatnya; yang mana waktu-waktu tersebut akan diurutkan, dan itulah yang akan menjadi posisi start mereka. Waktu tercepat di kualifikasi akan start dari urutan paling depan, dan seterusnya.

Motivasi mereka jelas untuk duduk di urutan start paling depan pada saat perlombaan. Tapi, ketika babak kualifikasi dimulai, apa yang mereka lakukan? Mereka tidak memacu mobilnya untuk lebih cepat daripada pembalap lainnya; karena memang mereka masuk lintasannya tidak bareng-bareng. Tapi... mereka memacu mobilnya secepat yang mereka mampu. Tujuannya? Untuk membukukan waktu tercepat yang dia mampu lakukan. Mereka fokus ke kemampuan dirinya masing-masing. Mereka berusaha semaksimal mungkin. They’re trying their best!

Inilah yang sering saya twit (@billyboen), dan di sini saya mau ingatkan lagi bahwa untuk menjadi yang terbaik (diantara orang-orang) itu ‘tidak penting’. Yang penting adalah untuk selalu menjadi yang terbaik (dari diri Agan), alias selalu berusaha melakukan yang terbaik.

Di kantor, saya sering dengar iri-irian. “Si dia gajinya besar padahal kerjanya ngga serajin saya, dan gaji saya lebih kecil dari gajinya.” Inilah contoh orang-orang yang tidak fokus terhadap apa yang mampu dia kerjakan. Bukannya fokus untuk berusaha melakukan sebaik mungkin, dia malah sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain.

Orang yang memiliki karakter ‘pemenang’ adalah orang-orang yang fokus terhadap apa yang mampu dia kerjakan, selalu berusaha mengerjakannya sebaik mungkin, dan tidak membandingkan kinerjanya dengan kinerja orang lain (apalagi dengan iri-irian).

Kalau Agan bisa melakukan ini, jangan kaget kalau suatu hari Agan akan ‘naik ke podium’ untuk menerima penghargaan Golden Globe, dan start di posisi terdepan, serta memenangkan perlombaan dalam hidup ini; tiada lain adalah SUKSES!

See you ON TOP!


Billy Boen
Sumber Kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6692450

Pendapatan Pengemis 18Juta /bulan

Kampung Pengemis - Jakarta. Gang-gang sempit dengan rumah yang saling berhimpitan menjadi pandangan khas di Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Inilah kampung pengemis.

Pendapatan Pengemis 9-18 Juta Rupiah/bulan

Ada sekitar 3 RW di kawasan ini. Warga yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan pendatang. Mayoritas mereka berasal dari Indramayu, Jawan Barat.

Dulunya kawasan padat penduduk ini hanyalah hamparan kebun singkong. Namun sejak tahun 1980-an perlahan-lahan rumah semi permanen dibangun menggantikan tanaman singkong. “Sampai sekarang meski perkebunan singkong sudah tidak ada, kampung ini tetap disebut Kebon Singkong,” kata Yayan, tokoh pemuda di Jakarta Timur.
Seiring perkembangan, daerah Kebon Singkong menjadi kawasan padat dan ramai. Bahkan kawasan ini belakangan dilabeli "danger" sebab banyak residivis yang bersembunyi dan tinggal di kawasan ini.

Selain dikenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas, daerah ini juga disebut-sebut sebagai kampung jablay. Dulu banyak perempuan penghibur yang sering mangkal di lokalisasi Prumpung, Jatinegara, mengontrak di daerah ini. Namun seiring meredupnya lokalisasi Prumpung, para pekerja seks komersial (PSK) yang tinggal di daerah tersebut perlahan berkurang. Sekarang di Kebon Singkong banyak dihuni para pengemis. Mereka adalah warga Indramayu.

“Setiap bulan puasa ratusan orang dengan menumpang truk datang ke sini mengontrak rumah," ujar Berra Hanson, warga Kebon Singkong, kepada detik+. Hanson yang memiliki 20 petak kontrakan mengaku kecipratan untung setiap bulan puasa. Sebab seluruh kontrakannya penuh terisi. Padahal bulan biasa paling hanya terisi separuhnya. Para pengontrak itu adalah pengemis yang rutin beroperasi di wilayah Menteng dan Jatinegara.

Tarif kontrakan milik Hanson bervariasi. Untuk petakan yang ada di bawah yang ukurannya 3x6 meter dipatok Rp 350 ribu-Rp 500 ribu per bulan. Untuk petakan yang di atas yang ukuranya lebih kecil harga sewa yang dikenakan Rp 150 ribu- Rp 250 ribu. Harga-harga itu sudah termasuk biaya listrik.

"Biar pengemis mereka bayar kontrakan selalu tepat waktu. Dan mereka membayar dengan uang pecahan seribuan hasil mengemis. Sudah diiketin duitnya sama mereka," celetuk Hanson sambil tersenyum.

Di Kebon Singkong, terdapat ratusan kontrakan yang dihuni para pengemis. Kalau bulan puasa tiba, jumlahnya makin banyak lagi. Sekitar 200-300 orang menyusul datang.

Para pengontrak tinggal dengan peralatan seadanya. Paling hanya tikar dan kasur lipat. Tidak ada perabot-perabot yang mewah. Padahal pendapatan mereka rata-rata per hari bisa dibilang lumayan. Mereka bisa mendapatkan uang paling kecil Rp 200 ribu per hari.
"Seorang pengemis yang ngontrak di saya bilang, paling apes mereka dalam sehari dapatnya Rp 200 ribu per hari. Tapi umumnya mereka dapat uang sekitar 500 ribu-Rp 600 ribu per hari," ujar Hanson.
Omongan Hanson bukan isapan jempol belaka. Sebab beberapa waktu lalu seorang nenek-nenek buta yang menghuni kontrakan miliknya mengaku kehilangan celengan. Nenek itu bilang uang yang ada di dalam celengan jumlahnya Rp 900 ribu hasil mengemis selama 4 hari sebelumnya.

"Bayangin aja dalam 4 hari saja nenek itu bisa menabung Rp 900 ribu. Kalau sebulan bisa dapat berapa duit itu nenek," kata pria asal Medan itu.
Sekalipun dapat duit banyak dari mengemis, namun kehidupan mereka di kontrakan seperti orang tidak punya. Sebab uang hasil mengemis biasanya secara rutin dikirim ke kampung untuk beli sawah dan membangun rumah.

Hanson mengaku pernah melihat rumah-rumah mereka saat menghadiri kondangan warga setempat yang menggelar acara khitanan anaknya di daerah Haur Geulis, Indramayu. Saat datang ikut hajatan di sana ia ditunjuki rumah para pengemis yang ngontrak di Kebon Singkong.

Alangkah terkejutnya Hanson karena ternyata rumah mereka di kampung besar dan rapi. Bahkan saat dia bertamu melihat perabotannya sangat wah. "Kamar mandi saja ada bathtubnya. Malah ada yang punya kolam renang segala," kata Hanson takjub.

Dari situlah Hanson dan sejumlah warga di Kebon Singkong maklum mengapa dari waktu ke waktu, warga dari Indramayu banyak berdatangan. Mereka ingin mengikuti jejak saudara atau tetangganya yang bisa hidup wah di kampung hanya dengan mengemis.

Nuki Senan, juga warga setempat, menjelaskan para pengemis yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan orang-orang tua, cacat dan anak-anak. Sementara bapak-bapak atau ibu-ibunya bertugas mengawasi dan mengantar jemput para pengemis. Mengapa demikian? Sebab bila yang mengemis adalah orang buta atau anak-anak biasanya mendapat uang banyak. Kalau orang dewasa apalagi dalam kondisi normal dapatnya sedikit. "Dapat Rp 30 ribu per hari saja sudah syukur," ujar Nuki.

Jangan heran jika orang-orang dewasa berasal dari desa tempat tinggal pengemis lebih menggantungkan ekonomi kepada anak-anaknya. Mereka disuruh mengemis. Hanya orang dewasa yang cacat yang justru mencari uang sendiri karena kondisi itu akan menerbitkan empati.

Demi mendapat empati, maka banyak orang buta di Kebon Singkong tidak mau diobati. Mobil-mobil pelayanan penyakit katarak yang sempat datang ke daerah itu selalu sepi peminat. "Mereka (orang buta) tidak mau diobati. Sebab kebutaan mereka anggap sebagai aset untuk mengemis. Begitu juga yang cacat," ujar Nuki.
Begitu berharganya orang buta di kalangan pengemis sampai-sampai antar sesama pengemis sering berselisih. Mereka berupaya mendapatkan mobil, ini merupakan istilah untuk orang buta yang mengemis. Terkadang terjadi persaingan harga sewa bagi pengemis buta ini.

"Di sini pengemis buta banyak yang beristri lebih dari satu orang. Mereka (orang buta) jadi rebutan karena dianggap sebagai aset untuk dapat uang," terangnya. Sekalipun wilayahnya banyak dihuni para pengemis, namun warga setempat yang bukan pengemis tidak merasa terganggu bila dicap sebagai kampung pengemis. Pasalnya, warga bisa ikut meraup berkah dari para pengemis itu. Paling tidak, kata Nuki, warung atau rumah petakan jadi laku.

Hubungan simbiosis mutualisme antara pengemis dan warga membuat hubungan bertetangga di Kebon Singkong berjalan harmonis. "Mereka tidak banyak berulah karena mereka kebanyakan menghabiskan waktunya di luar. Datang ke kontrakan hanya untuk istirahat saja," pungkasnya.

Pesan TS : Hentikan memberi uang pada pengemis agar fenomena seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Sebarkan pada teman dan keluargamu agar mereka juga tahu penipuan berkedok pengemis ini.

Dalam Agama Islam, ada beberapa syarat kondisi seseorang layak disedekahi
http://www.indonesiaoptimis.com/2011/04/agar-sedekah-lebih-berkah-bagian-3.html

Untuk Sukses Butuh KEMAUAN KUAT! (Billy Boen)

Tulisan Billy Boen kali ini tentang kesuksesan yang diraih dengan Kemauan Kuat. Anda ingin sukses dengan mudah tanpa usaha? Silakan dibaca dulu artikel Om Billy ini.

Untuk Sukses Butuh KEMAUAN KUAT! (Billy Boen)

Banyak yang nanya ke saya, "Kenapa sering kali di tengah jalan saya kehilangan motivasi dalam mengerjakan suatu tugas?", "Kenapa di tengah jalan saya mendadak jadi males?", "Kenapa saya tiba-tiba tidak fokus dan pengen rasanya untuk give up?"

Untuk menjawab ini, saya akan kasih 1 ilustrasi yang simple:
Bayangkan Agan ingin BANGET untuk kerja di suatu perusahaan yang memang sudah Agan dambakan dari dulu kuliah. Agan harus pergi interview. Agan rumahnya di Kelapa Gading, inteviewnya di Pondok Indah. Di tengah jalan ban mobil Agan kempes. Agan harus dongkrak, ganti ban, keringetan, cape. Setelah itu,...menurut Agan, apa yg akan Agan lakukan? Pulang ke rumah, atau lanjut ke interview? PASTI Agan akan lanjutin perjalanan untuk interview, right?
Bayangkan di hari Minggu Agan ngga tau lagi mau ngapain. Trus Agan berpikir, "Ke Plaza Senayan ah...cuci mata". Kejadiannya sama, Agan pergi dari rumah di Kelapa Gading, dan ditengah jalan ban mobil Agan kempes. Agan harus dongrkak, ganti ban, keringetan, cape. Setelah itu,...menurut Agan, apa yang akan Agan lakukan? Chancenya mungkin 50-50 untuk Agan lanjut ke Plaza Senayan atau pulang ke rumah, atau malah ke mall yang lain: Plaza Indonesia, Grand Indonesia, Pacific Place.
Di kedua ilustrasi ini saya mau tekankan bahwa "Untuk Sukses Butuh KEMAUAN Yang Kuat". Halangan pasti ada, seperti kiasan yang saya tulis di buku "Young On Top": "Tidak ada jalan yang semulus sutera."

Kalau Agan punya keinginan yang KUAT, maka halangan/rintangan yang Agan temui hanya menjadi sebuah kerikil kecil yang mungkin memperlambat laju Agan, tapi BUKAN membuat Agan berhenti total dan give up. Agan akan 'melihat' halangan/rintangan hanyalah sebuah tantangan yang akan dengan senang hati akan Agan hadapi.

Tapi, kalau Agan TIDAK PUNYA keinginan yang kuat, maka halangan/rintangan akan membuat Agan berhenti dan give up dan males2an.

Find out APA yang Agan benar2 inginkan...? Apa yang saya share di sini, trust me...semuanya akan terjadi secara 'otomatis'! Kalau punya keinginan KUAT, Agan akan BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN...kalau harus terjatuh, Agan akan bangkit dengan sendirinya!

Semoga APA yang Agan benar2 inginkan akan Agan dapatkan...sooner than you think!

See you ON TOP!


Billy Boen
Sumber Kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4449766

MATERI Adalah SEGALANYA? (Billy Boen)

MATERI Adalah SEGALANYA? Pasti banyak yang tidak setuju dengan kalimat ini. Tapi kenyataannya memang setiap hari kita dihadapkan dengan materi. Silakan dibaca tulisan berbobot dari Billy Boen ini.

MATERI Adalah SEGALANYA? (Billy Boen)

Kira-kira begitulah apa yang diproyeksikan oleh society kita sekarang ini; betapa tidak? Dari bayi sampai sekarang kita semua sudah dibuat 'bergantung' dengan merek. Baju bayi GAP Baby, makan bisa dapet maenan gratis di MacDonald, minumnya Coca Cola, naek mobil papa/mama Honda dan Toyota, dengerin musik pake Ipod, email dan browsing di internet pake laptop Toshiba, dst dst.

Ngga heran kalau secara mayoritas (termasuk anak muda) berpikir bahwa 'MATERI adalah SEGALANYA', memiliki barang-barang keren adalah sebuah kesuksesan. Mungkin banyak Agan yang tidak setuju dengan hal ini, GOOD! Karena artikel ini sengaja saya tulis untuk sekadar mengingatkan bahwa pemikiran yang diproyeksikan, dibuat, dibentuk, dan dikembangkan oleh society kita ini sesungguhnya tidak benar! Saya terinspirasi untuk menulis ini dari speech Barrack Obama di graduation ceremony Arizona State University beberapa tahun lalu (bisa ditonton di Youtube.com)

Lalu, apa arti sukses itu sendiri? Ini pertanyaan yang SELALU ditanyakan oleh mereka yang hadir di sesi tanya jawab seminar ataupun talkshow yang saya hadiri. Dan, jawaban saya apa? Sebelum jawaban versi saya,...coba jawab deh, "Apa arti sukses menurut Agan?"

Kalau menurut Barrack Obama, Presiden Amerika Serikat yang ke-44, sukses itu adalah ketika seseorang bisa berguna buat orang lain. Sungguh ngga kalah 'keren'nya arti sukses menurut seorang petani di suatu daerah, baginya dia itu sukses kalau dia sanggup menyumbangkan sebagian hasil jerih payahnya dari menanam padi untuk desanya. Ada seorang anak muda yang bilang bahwa arti suksesnya adalah ketika dia bisa meraih posisi puncak di perusahaannya dan tetap menjadi seorang pemimpin yang bersih.

Sudah coba jawab pertanyaan, "Apa arti sukses menurut Agan?" OK, kalau menurut saya, "Sukses itu ketika seseorang BERHASIL melakukan/mencapai/meraih apa yang telah dia ingin lakukan/capai/raih". Yes, ini adalah arti sukses yang general. Lalu, apa arti sukses menurut Agan Billy Boen?

Ada beberapa yang harus Agan ingat:
  1. Agan TIDAK BOLEH hanya memiliki 1 (satu) hal yang ingin dilakukan/dicapai/diraih
  2. Arti sukses terhadap sesuatu yang ingin dilakukan/dicapai/diraih harus BERKEMBANG dari waktu ke waktu
Menjawab pertanyaan di atas, begini ilustrasinya: Ketika saya baru mulai menulis buku "Young On Top", arti sukses menurut saya waktu itu adalah ketika nanti bukunya telah rangkum, dicetak, terbit, dan didistribusikan di toko-toko buku...maka saya telah sukses menjadi seorang penulis buku. Namun, ketika buku itu sudah terbit, arti sukses (dalam konteks ini) berkembang! Sekarang saya bilang ke diri saya sendiri, "Kalau buku saya sudah dibaca oleh 1 juta orang, baru saya bisa dibilang sebagai penulis yang sukses". Ngerti ya? Arti sukses harus terus berkembang. Jadi nanti kalau buku "Young On Top" sudah dibaca 1 juta orang, kemungkinan besar arti sukses saya (dalam konteks ini) akan berkembang menjadi 10 juta orang pembaca? We'll see...

Nah, di point 1 saya bilang, jangan hanya punya 1 (satu) arti sukses. Karena di dalam hidup, Agan tidak bisa hanya mengejar 1 (satu) hal saja. Saya kasih contoh kongkritnya ya. Dalam konteks sebagai penulis buku, ilustrasi di atas adalah arti sukses menurut saya. Tapi, saya juga punya arti sukses lainnya:
  1. Sukses untuk menjadi seorang suami dan ayah yang baik, dalam memberikan rumah tinggal dan pendidikan yang terbaik untuk mereka, disamping perhatian dan kasih sayang tentunya
  2. Sukses untuk bisa mengembangkan perusahaan-perusahaan yang telah saya bangun bersama partner saya
  3. Sukses untuk terus membuat badan saya sehat
  4. Sukses untuk terus mengembangkan "Young On Top", bukan hanya sebagai buku tapi menjadi sebuah komunitas anak-anak muda yang bisa berkarya untuk Bangsa ini
  5. Sukses untuk bisa memulai dan mengembangkan yayasan yang saya dirikan bersama partner saya: Share For Kids Foundation
  6. Sukses untuk ...................
Jadi, apakah "MATERI adalah SEGALANYA"? Sudah tahu apa saja (lebih dari 1) arti sukses menurut Agan?

Jangan biarkan orang lain yang menentukan, yang membentuk arti sukses Agan...hanya Aganlah yang harus bisa menentukan, membentuk arti suksesmu sendiri!

Good Luck!

See you ON TOP!


Billy Boen
Sumber Kaskus : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5284403